15 Ide Welcome Kit Kantor Bebas Plastik: Unik, Awet, dan Pasti Terpakai
atau botol minum plastik berlogo perusahaan yang baunya
aneh. Barang-barang ini, yang dulunya diberikan dengan niat baik sebagai welcome
kit, akhirnya hanya menjadi sampah yang menumpuk.
Ini adalah mimpi buruk bagi anggaran perusahaan dan
lingkungan. Bayangkan berapa juta rupiah yang terbuang untuk membeli barang
yang bahkan tidak "lolos seleksi" untuk ditaruh di atas meja
karyawan.
Jika Anda sedang menyusun strategi onboarding untuk
talenta baru—terutama mereka yang kritis soal isu keberlanjutan—memberikan
barang "asal ada" adalah langkah mundur.
Karyawan masa kini tahu bedanya barang yang dipilih dengan thoughtful
(pemikiran mendalam) dan barang yang dipilih karena "yang penting
murah".
Untuk membantu Anda keluar dari jebakan barang souvenir
pasaran, berikut adalah kurasi 15 ide isi welcome kit yang 100% bebas
plastik, fungsional untuk budaya kerja di Indonesia, dan punya nilai estetika
tinggi. Barang-barang ini bukan kandidat penghuni laci, tapi barang yang akan
mereka pamerkan dengan bangga.
Kategori 1: The Hydration Heroes (Penyelamat Dahaga)
Di iklim tropis Indonesia dan budaya "ngopi" yang
kuat, peralatan minum adalah koentji. Tapi ingat, hindari plastik murah.
1. Tumbler Stainless Steel (Double Wall)
Ini adalah raja dari segala merchandise. Kenapa harus
double wall? Karena fitur ini menjaga es kopi susu gula aren tetap
dingin tanpa "berkeringat" membasahi meja kerja, atau menjaga kopi
hitam tetap panas saat meeting pagi yang panjang.
- Kenapa
Karyawan Suka: Hemat uang jajan es batu, terlihat profesional, dan durable
(tahan banting).
- Tips
Branding: Gunakan laser engraving (ukir laser) untuk logo yang
elegan dan timeless, jangan sablon cat yang gampang kelupas.
2. Collapsible Cup (Gelas Lipat Silikon)
Bagi karyawan yang mobilitasnya tinggi (sering naik
MRT/Transjakarta atau dinas luar), membawa tumbler besar kadang merepotkan.
Gelas lipat berbahan silikon food grade adalah solusinya.
- Kenapa
Karyawan Suka: Bisa dilipat jadi pipih, masuk saku atau tas kecil.
Sangat berguna saat mau beli minuman takeaway tapi lupa bawa
tumbler besar.
- Nilai
Eco: Menghilangkan alasan "aduh lupa bawa botol" saat ingin
menolak gelas plastik sekali pakai di kafe.
3. Botol Kaca dengan Pelindung Gabus/Silikon
Jika kantor Anda tipenya lebih chic dan aesthetic,
botol kaca adalah pilihan tepat. Kaca adalah material paling murni (tidak
mengubah rasa air). Tambahkan sarung dari gabus (cork) atau silikon agar
tidak licin dan aman dari benturan ringan.
- Kenapa
Karyawan Suka: Terlihat sangat premium dan higienis. Cocok untuk infused
water di meja kerja.
Kategori 2: The 'Bekal' Warriors (Pejuang Makan Siang)
Tren membawa bekal atau jajan namun menolak sendok plastik
sedang naik daun. Dukung kebiasaan baik ini.
4. Cutlery Set Kayu/Bambu (Sendok Garpu)
Berapa kali kita memesan makanan online dan terpaksa
membuang sendok plastik ringkih yang disertakan? Berikan satu set alat makan
dari kayu jati atau bambu yang dilengkapi pouch kain blacu.
- Kenapa
Karyawan Suka: Ringan, tidak berisik saat beradu dengan piring (tidak
seperti stainless), dan estetik untuk foto makanan.
- Tips:
Pastikan finishing-nya food grade (seperti beeswax)
agar aman masuk mulut.
5. Kotak Makan Stainless Steel (Bento Box)
Lupakan kotak plastik yang susah dicuci kalau kena minyak
rendang. Kotak makan stainless jauh lebih mudah dibersihkan, tidak
meninggalkan bau, dan tahan seumur hidup.
- Kenapa
Karyawan Suka: Aman untuk makanan panas, tidak beracun (BPA Free), dan
modelnya klasik/retro yang justru terlihat keren sekarang.
6. Sedotan Stainless/Kaca & Sikat Pembersih
Kecil tapi berdampak besar. Satu set sedotan (termasuk yang
berdiameter besar untuk boba atau smoothies) adalah item
wajib di tas karyawan milenial/Gen Z.
- Kenapa
Karyawan Suka: Penyelamat saat beli minuman dingin yang tidak
menyediakan sedotan atau sedotannya kertas (yang cepat lembek).
Kategori 3: Stationery with Soul (Alat Tulis Bernyawa)
Alat tulis kantor (ATK) tidak harus membosankan. Ubah ATK
jadi barang koleksi.
7. Notebook Kertas Daur Ulang (Recycled Paper)
Kertas putih bersih itu kuno. Kertas daur ulang dengan
tekstur sedikit kasar dan warna kecokelatan justru memberikan nuansa
"organik" dan kreatif. Pilih jilid jahit benang (exposed spine)
agar buku bisa dibuka datar 180 derajat.
- Kenapa
Karyawan Suka: Feel menulisnya beda. Terasa lebih personal dan
artistik.
8. Sprout Pencil (Pensil Benih)
Ini adalah item yang paling sering memicu percakapan
("Wah, ini apa?"). Pensil kayu yang di ujungnya terdapat kapsul
berisi benih tanaman (kemangi, tomat, bunga matahari). Saat pensil sudah
pendek, tancapkan ke tanah, siram, dan ia akan tumbuh.
- Filosofi:
Simbol pertumbuhan (growth) karyawan di perusahaan Anda. "Ide
yang kamu tulis akan tumbuh menjadi nyata."
9. Pulpen Bambu Refillable
Daripada memberi pulpen plastik promosi seharga Rp2.000 yang
tintanya macet dalam seminggu, berikan satu pulpen bambu berkualitas yang
isinya bisa diisi ulang (refill).
- Kenapa
Karyawan Suka: Enak digenggam, tinta lancar, dan desainnya eksklusif.
Mereka akan menjaganya agar tidak hilang.
Kategori 4: Desk & Tech Essentials (Penunjang Kerja)
Meja yang rapi dan estetik meningkatkan produktivitas.
10. Cork Desk Mat (Alas Meja Gabus)
Pengganti mousepad karet biasa. Desk mat
berukuran lebar dari bahan gabus (cork) alami membuat area kerja
terlihat hangat, minimalis, dan melindungi meja dari goresan.
- Kenapa
Karyawan Suka: Permukaannya enak buat mouse, anti-air, dan
bikin meja terlihat Pinterest-worthy.
![]() |
| Unik, Awet, |
11. Phone Stand Kayu Jati/Pinus
Simpel tapi fungsional. Kedudukan HP dari potongan kayu
solid sisa furnitur (limbah industri mebel). Berguna untuk video call
via HP atau sekadar nonton YouTube saat jam istirahat.
- Kenapa
Karyawan Suka: Membebaskan tangan mereka, kokoh, dan menambah unsur
alam di tengah tumpukan gadget elektronik.
12. Cable Organizer Kulit Nabati/Kain
Kabel charger laptop, HP, dan headset
seringkali ruwet di dalam tas. Pengikat kabel (cord taco) dari sisa
potongan kulit atau kain tebal dengan kancing jepret adalah solusi cerdas.
- Kenapa
Karyawan Suka: Mengakhiri drama kabel kusut. Kecil tapi sangat thoughtful.
Kategori 5: Wearables & Lifestyle (Gaya Hidup)
Barang yang bisa dipakai di luar kantor akan menjadi
"iklan berjalan" yang efektif.
13. Tote Bag Kanvas Heavy Duty
Bukan spunbound tipis! Berikan tote bag kanvas
tebal atau karung goni (burlap) dengan desain tipografi yang keren.
- Kenapa
Karyawan Suka: Tas belanja yang kuat untuk ke supermarket (pengganti
kresek) atau bawa barang ekstra ke kantor. Jika desainnya bagus, mereka
akan memakainya ke mall.
- Tips:
Logo perusahaan jangan terlalu besar. Buatlah samar atau artistik agar
tidak terlihat seperti "sales".
14. Kaos Katun Bambu (Bamboo Cotton)
Jika ingin memberi kaos seragam, pilihlah bahan Katun Bambu.
Bahannya jauh lebih lembut dari katun biasa, anti-bakteri (tidak gampang bau
keringat), dan sangat adem untuk iklim Indonesia.
- Kenapa
Karyawan Suka: Kenyamanannya juara. Ini kaos yang bakal jadi favorit
dipakai tidur atau santai di rumah, bukan kaos yang cuma jadi lap motor.
15. Hand Sanitizer Refillable (Botol Kaca/Aluminium)
Pasca-pandemi, ini jadi barang wajib. Berikan botol pocket
size yang estetik (bukan botol plastik bening biasa) yang bisa diisi ulang.
- Kenapa
Karyawan Suka: Praktis digantung di tas. Menunjukkan perusahaan peduli
pada kesehatan mereka.
Kurasi dengan Hati, Bukan Sekadar Transaksi
Memilih 15 barang di atas bukan hanya soal mengganti
material plastik ke bambu. Ini soal mengubah pola pikir pengadaan barang: dari
"beli putus" menjadi "investasi relasi".
Saat karyawan baru menerima paket berisi barang-barang yang
dikurasi dengan baik ini, mereka merasakan pride. Mereka merasa disambut
di sebuah ekosistem yang peduli pada detail dan masa depan.
Jangan sampai welcome kit Anda berakhir di tempat
sampah karena salah pilih barang. Pilihlah benda yang punya "nyawa",
punya cerita, dan punya kegunaan nyata. Selamat mengkurasi!
.webp)

.webp)
.webp)
.webp)
.webp)