Awas Salah Langkah! Panduan Etika Memberi Hadiah Imlek yang Wajib Diketah
Oleh: Konsultan Etiket & Budaya
Bayangkan skenario ini: Anda diundang ke jamuan makan malam Imlek di rumah calon mertua atau bos besar. Dengan penuh percaya diri, Anda menyerahkan kado yang sudah dibungkus rapi. Tiba-tiba, senyum tuan rumah memudar. Suasana meja makan yang tadinya riuh rendah berubah hening, canggung, dan dingin.
Apa yang salah? Ternyata, kado yang Anda bawa adalah sebuah jam dinding estetik atau set pisau dapur mahal.
Tanpa sadar, Anda baru saja melakukan "bunuh diri sosial". Di mata tradisi Tionghoa, memberikan jam dinding (sòng zhōng) terdengar sama dengan "mengantar ke pemakaman", dan pisau bermakna "memutus hubungan". Niat hati ingin mengakrabkan diri, yang terjadi justru mendoakan hal buruk. Duh, malunya bisa terbawa sampai tahun depan!
Ada rasa penyesalan yang perih ketika niat baik kita hancur lebur hanya karena ketidaktahuan akan etika budaya. Di H-5 menuju Imlek 2026 ini, jangan sampai Anda menjadi korban ketidaktahuan tersebut. Etika memberi hadiah Imlek bukan sekadar basa-basi; itu adalah bahasa penghormatan (face atau mianzi).
Mari kita bedah aturan mainnya agar Anda bisa melenggang dengan percaya diri dan anti-malu.
1. Daftar Hitam: Barang yang "Haram" Diberikan (Taboo)
Sebelum kita bicara soal cara membungkus, mari pastikan dulu isi hadiah Anda aman. Dalam budaya Tionghoa, simbolisme adalah segalanya. Barang yang bagus secara fungsional belum tentu bagus secara kultural.
Berikut adalah barang-barang yang WAJIB DIHINDARI (kecuali Anda memang ingin dimusuhi):
- Jam (Lonceng/Dinding): Seperti dibahas di intro, ini simbol kematian/waktu habis. Jam tangan (watch) kadang masih bisa diterima di kalangan muda modern, tapi untuk generasi tua? Big No!
- Benda Tajam (Gunting/Pisau): Memberikan gunting atau pisau, semahal apapun merknya, dimaknai sebagai keinginan untuk memutus tali persaudaraan atau hubungan bisnis.
- Sepatu: Dalam dialek tertentu, kata "sepatu" terdengar mirip dengan "kasar" atau "sial". Selain itu, memberi sepatu juga bisa dimaknai membiarkan orang tersebut "lari" dari hidup Anda (putus hubungan).
- Payung: Kata payung (san) terdengar mirip dengan kata "berpisah" (san). Memberi payung berarti mendoakan perpisahan.
- Sapuutangan: Benda ini diasosiasikan dengan air mata dan kesedihan (pemakaman). Jangan berikan ini sebagai hadiah suka cita.
- Cermin: Dipercaya bisa menarik roh jahat atau simbol hubungan yang rapuh (mudah pecah).
- Buah Pir: Berbagi buah pir (fen li) terdengar sama dengan "berpisah" (fen li). Jangan pernah memotong pir untuk dimakan bersama saat Imlek.
Solusi Anti-Nyesel: Jika Anda ragu, kembalilah ke opsi aman: Makanan manis (permen/kue), Teh, Buah Jeruk/Apel, atau Red Envelope (Angpao).
2. Seni Membungkus: Warna Adalah Kunci
Di tahun 2026 ini, mungkin tren minimalis monochrome (hitam putih) sedang hits di Instagram. Tapi tolong, simpan selera estetik itu untuk momen lain.
Saat Imlek, Warna adalah Doa.
- Merah & Emas: Ini adalah warna wajib. Merah melambangkan keberuntungan, kegembiraan, dan penolak bala. Emas melambangkan kemakmuran.
- Hindari Putih & Hitam: Dalam budaya Tionghoa, dua warna ini diasosiasikan dengan kematian dan duka cita (berkabung). Memberikan kado bungkus putih polos atau pita hitam adalah penghinaan besar.
- Kuning (Imperial): Dulu warna ini khusus kaisar, sekarang melambangkan kekuasaan dan kemuliaan. Aman digunakan.
Jika hadiah Anda aslinya berwarna gelap (misal: tas selempang hitam dari artikel sebelumnya), pastikan bungkus luarnya atau paper bag-nya berwarna merah menyala. Jangan biarkan warna gelap mendominasi.
3. Etika Angka: Genap itu Genap, Ganjil itu Ganjil
Matematika Imlek berbeda dengan matematika sekolah.
- Genap = Bagus: Segala sesuatu yang berpasangan melambangkan keharmonisan. Berikan 2 kotak teh, 6 buah jeruk, atau 8 potong kue.
- Angka 4 = MATI: Hindari angka 4 (si) bagaimanapun caranya. Jangan beri 4 buah apel, jangan beri uang Rp400.000. Ini angka sial paling absolut.
- Angka 8 & 9: Angka 8 (ba) mirip "makmur" (fa), angka 9 (jiu) bermakna "abadi". Ini angka favorit.
- Ganjil: Hindari memberi dalam jumlah ganjil (3, 5, 7) karena dianggap tidak lengkap atau sepi (sendiri).
4. Etika Memberi & Menerima: Gestur Tubuh
Ini adalah detail kecil yang sering dilewatkan orang non-Tionghoa, tapi sangat diperhatikan oleh para tetua.
Aturan Dua Tangan
Saat menyerahkan hadiah atau Angpao, SELALU gunakan kedua tangan.
- Ini menunjukkan rasa hormat sepenuh hati. Memberi dengan satu tangan (apalagi tangan kiri) dianggap sangat tidak sopan, seolah-olah Anda membuang barang ke arah mereka.
- Saat menerima pun sama, terima dengan dua tangan dan sedikit membungkuk (anggukkan kepala). Ucapkan "Xie Xie" atau "Terima Kasih".
Jangan Buka di Depan Pemberi!
Berbeda dengan budaya Barat di mana membuka kado di depan pemberi dianggap antusiasme, dalam budaya Timur, ini dianggap serakah dan tidak sopan.
- Simpan hadiahnya, dan bukalah nanti saat tamu sudah pulang atau saat Anda sudah di kamar (pribadi).
- Kecuali pemberi memaksa ("Ayo dibuka sekarang, dicoba pas nggak ukurannya?"), barulah Anda boleh membukanya dengan sopan.
5. Etika Angpao (Hongbao): Uang Baru, Semangat Baru
Jika Anda sudah menikah atau bekerja mapan dan berencana memberi Angpao, perhatikan ini:
- Uang Baru (Crisp Notes): Jangan pernah isi Angpao dengan uang lecek, dekil, atau robek. Tukarkan uang baru di bank. Uang baru melambangkan semangat baru dan lembaran hidup baru yang bersih.
- Nominal: Hindari angka 4 (Rp40.000, Rp400.000). Gunakan angka genap atau angka cantik (Rp88.000, Rp168.000).
- Siapa Memberi Siapa: Secara tradisi, yang wajib memberi adalah yang sudah menikah kepada yang belum menikah (anak-anak atau adik) dan kepada orang tua (sebagai bakti). Jika Anda belum menikah tapi sudah tua/mapan, Anda tidak wajib memberi, tapi boleh memberi sebagai tanda kasih (biasanya ke orang tua atau keponakan kecil).
6. Penolakan Sopan (Tui Ci)
Jangan kaget jika saat Anda memberi hadiah, penerima menolaknya. "Aduh, nggak usah repot-repot!" "Simpan saja buat kamu!" Ini adalah basa-basi sopan santun (Tui Ci). Jangan langsung tarik kembali hadiahnya!
Dalam etika ini, Anda diharapkan untuk memaksa secara halus minimal 2-3 kali. "Nggak repot kok, ini tanda kasih saya." "Terimalah, buat anak-anak di rumah." Biasanya setelah penawaran ke-3, barulah mereka akan menerima dengan senyum lebar. Jadi, jangan baper (tersinggung) kalau ditolak di awal. Itu bagian dari tarian sosial.
| Hadiah Imlek |
Lebih dari Sekadar Tata Krama
Memahami etika memberikan hadiah Imlek bukan sekadar menghafal daftar pantangan agar tidak dimarahi orang tua. Lebih dari itu, ini adalah latihan empati.
Ketika kita meluangkan waktu untuk mencari tahu apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang sopan dan tidak, kita sedang mengirimkan pesan: "Saya menghormati budayamu, saya menghargai perasaanmu, dan saya ingin hubungan kita berjalan harmonis."
Penyesalan terbesar dalam hubungan sosial seringkali bukan karena kita pelit, tapi karena kita tidak peka. Di Imlek 2026 ini, mari kita minimalkan momen "salah kostum" tersebut. Berikan hadiah yang tepat, dengan cara yang tepat, dan di waktu yang tepat. Karena pada akhirnya, etika yang baik adalah hadiah terindah yang bisa Anda berikan kepada siapa pun.
Selamat Merayakan Imlek, Gong Xi Fa Cai!
FAQ
Tenang, ada "penawarnya". Segera berikan uang receh (koin) kepada si pemberi. Ini secara simbolis mengubah transaksi tersebut menjadi "jual-beli", bukan hadiah. Jadi, Anda "membeli" jam itu, sehingga sialnya batal.
Untuk teman sebaya atau yang jauh (luar kota), sangat boleh dan praktis. Tapi untuk orang tua atau anak-anak yang hadir fisik, amplop merah fisik tetap tak tergantikan rasanya. Sensasi merobek segel amplop dan melihat uang baru adalah bagian dari kegembiraan Imlek.
Segera setelah Anda masuk rumah dan disapa tuan rumah. Jangan menunggu sampai mau pulang. Menyerahkan di awal menunjukkan tujuan utama Anda datang adalah untuk bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan.
Boleh, asalkan kemasannya premium (toples kaca/kaleng cantik) dan bukan permen curah plastik. Manisan melambangkan "hidup yang manis" di tahun baru. Sangat cocok untuk keluarga yang punya anak kecil.
Sangat disarankan. Teman Anda mungkin memaklumi ketidaktahuan Anda, tapi jika Anda mengikuti aturan ini (misal: pakai baju merah, kasih jeruk 8 buah), mereka akan sangat terkesan dan merasa sangat dihargai. Nilai plus untuk persahabatan kalian!
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)