Tips Merawat Pena Imlek: Jangan Sampai 'Jimat' Hoki Anda Rusak Karena Salah Simpan!
Bayangkan skenario horor ini: Lima tahun setelah Anda membeli pena edisi terbatas "Year of the Dragon" seharga motor bekas,
Anda berniat menjualnya kembali atau mewariskannya ke anak saat ia lulus kuliah. Dengan hati berdebar, Anda membuka kotak beludru merah yang sudah lama tersimpan di lemari.
Namun, alih-alih melihat kilau emas dan pernis (lacquer) yang memukau, Anda disambut oleh pemandangan yang bikin lutut lemas: Bagian emasnya menghitam (tarnish) karena oksidasi,
bodinya yang indah penuh baret halus karena bergesekan dengan kain kasar, dan—yang paling fatal—tinta yang tertinggal di dalamnya sudah mengering menjadi batu, menyumbat total saluran napas (feed) pena tersebut.
Dalam sekejap, nilai investasi puluhan juta rupiah itu anjlok menjadi barang rongsokan. "Hoki" yang seharusnya dibawa pena itu seolah berubah menjadi "buntung".
Merawat pena kolektor (collectible pens), terutama yang berbahan dasar material alami seperti Ebonite, Urushi, atau seluloid, bukanlah pekerjaan rumah tangga biasa. Ini adalah seni konservasi. Pena edisi Imlek seringkali menggunakan material yang "hidup" dan sensitif.
Salah perlakuan sedikit saja bisa merusak estetika dan fungsinya secara permanen. Artikel ini adalah panduan bertahan hidup (survival guide) bagi aset berharga Anda agar kilaunya—dan nilainya—tetap terjaga hingga siklus shio berikutnya.
Musuh Dalam Selimut: Tinta dan Sinar Matahari
Banyak kolektor pemula mengira musuh terbesar pena adalah jatuh ke lantai. Memang benar, gravitasi itu kejam. Tapi musuh yang lebih jahat dan diam-diam mematikan adalah tinta yang didiamkan dan sinar UV.
1. Tinta Adalah Bahan Kimia, Bukan Air Suci
Tinta pena (fountain pen ink) pada dasarnya adalah cairan kimia yang bersifat asam atau basa (pH tidak netral) dan mengandung pewarna. Ji
ka dibiarkan menggenang di dalam pena yang tidak dipakai selama berbulan-bulan, airnya akan menguap. Yang tersisa adalah residu pewarna padat yang lengket seperti lem atau keras seperti semen.
Residu ini bisa memakan (corrode) bagian pelapis emas pada nib (mata pena) atau merusak karet sac (kantong tinta) pada sistem pengisian vintage. Jika Anda punya pena edisi Imlek
yang menggunakan sistem pengisian piston (piston filler), tinta kering bisa membuat piston macet total. Memaksanya berputar bisa mematahkan as piston. Biaya perbaikannya? Bisa seharga smartphone baru.
2. Vampir Sinar UV
Pena edisi Imlek sering menggunakan material Ebonite (karet keras) atau Urushi (getah pohon). Keduanya sangat benci sinar matahari langsung. Paparan sinar UV dalam jangka panjang akan membuat Ebonite yang hitam legam berubah menjadi cokelat kusam
(oxidized) dan rapuh. Sementara pada Urushi, UV bisa memudarkan warna merah vermilion-nya yang khas. Jadi, jangan pernah memajang pena koleksi Anda di dekat jendela yang terkena matahari sore, seindah apapun kelihatannya.
Ritual Mandi: Flushing yang Benar (Haram Pakai Alkohol!)
Ini adalah aturan emas yang harus Anda tato di ingatan: JANGAN PERNAH MEMBERSIHKAN PENA DENGAN ALKOHOL ATAU ASETON.
Banyak orang berpikir alkohol tisu (alcohol wipes) bisa membuat pena makin kinclong. Salah besar! Alkohol akan melelehkan plastik ABS, membuat retak (crazing) pada akrilik, dan menghancurkan lapisan pernis Urushi seketika. Pena Anda akan buram permanen dalam hitungan detik.
Cara Cuci (Flushing) yang Benar:
Jika Anda berencana menyimpan pena lebih dari 2 minggu, kosongkan tintanya.
- Buang Tinta: Putar piston atau converter untuk membuang sisa tinta ke wastafel.
- Bilas Air Biasa: Sedot air bersih (suhu ruang, bukan air panas!), lalu buang lagi. Ulangi proses sedot-buang ini sampai air yang keluar bening seperti air mata.
- Keringkan: Tempelkan ujung mata pena (nib) pada tisu dapur (kitchen towel) yang tebal. Biarkan gaya kapiler menyedot sisa air dari dalam feed.
- Angin-anginkan: Biarkan pena terbuka (tanpa tutup) di tempat aman selama semalam agar sisa kelembapan menguap total sebelum disimpan dalam kotak. Jamur suka tempat lembap dan gelap!
"Rumah" yang Layak: Jangan Asal Taruh di Laci!
Pena edisi Imlek biasanya datang dengan kotak kayu besar yang mewah (presentation box). Kotak ini bagus untuk display, tapi seringkali tidak praktis untuk penyimpanan harian karena memakan tempat.
Kesalahan fatal kolektor adalah menaruh pena "telanjang" di dalam laci meja kerja, bercampur dengan kunci, penggaris besi, atau staples. Akibatnya timbul "micro-scratches" (baret rambut) yang membuat badan pena terlihat kusam.
Investasilah pada Pen Case (dompet pena) berbahan kulit asli dengan sekat pemisah (divider) di dalamnya. Sekat ini penting agar pena satu tidak beradu fisik dengan pena lainnya saat dibawa. Untuk koleksi di rumah, gunakan Pen Chest (laci khusus pena) yang dilapisi kain beludru (velvet) lembut. Kain ini mencegah abrasi.
Tips Pro: Untuk iklim tropis Indonesia yang lembap, pertimbangkan menyimpan pena mahal Anda (terutama yang berbahan Ebonite atau Seluloid) di dalam Dry Box kamera dengan kelembapan (RH) terjaga di angka 45-55%. Terlalu lembap bisa jamuran, terlalu kering bisa retak.
| Pena Imlek |
Etika Meminjamkan (The "No-Lend" Rule)
Ini mungkin terdengar pelit, tapi percayalah: Jangan meminjamkan fountain pen edisi terbatas Anda ke orang lain, bahkan untuk sekadar tanda tangan.
Mata pena emas (gold nib) itu lunak. Ia akan menyesuaikan diri (break-in) dengan sudut tulis dan tekanan tangan pemiliknya seiring waktu. Tangan orang lain memiliki sudut tulis dan tekanan yang berbeda.
Jika dipinjamkan ke orang yang terbiasa pakai ballpoint (yang cara pakainya ditekan kuat), mata pena emas Anda bisa "splay" (terbelah/mengangkang) atau bengkok permanen hanya dalam sekali tanda tangan.
Memperbaiki nib yang rusak butuh jasa Nibmeister profesional yang antreannya bisa berbulan-bulan. Lebih baik dibilang pelit daripada menangis melihat nib Naga Emas Anda bengkok.
Penyakit "Posting": Menutup atau Tidak?
Dalam dunia pena, "Posting" adalah istilah memasang tutup pena (cap) di bagian belakang badan pena saat menulis. Untuk pena harian berbahan logam atau plastik keras, ini sah-sah saja. Tapi untuk pena edisi Imlek yang hand-painted (dilukis tangan) atau dilapisi emas? Haram hukumnya.
Gesekan antara bibir tutup pena dan badan belakang pena pasti akan meninggalkan jejak baret melingkar (posting ring). Pada pena Urushi atau Maki-e, ini bisa mengikis lukisan di bagian ekor naga atau macan. Biasakan menulis tanpa memasang tutup di belakang. Pegang tutupnya di tangan kiri atau letakkan di meja. Ini juga membuat keseimbangan berat pena lebih baik.
Merawat Warisan, Bukan Sekadar Barang
Pada akhirnya, merawat pena kolektor edisi Imlek adalah tentang stewardship (kepengurusan). Anda bukan sekadar pemilik; Anda adalah penjaga sementara dari sebuah karya seni.
Mungkin 12 atau 24 tahun lagi, pena yang Anda rawat dengan telaten hari ini akan menjadi hadiah kelulusan anak Anda, atau menjadi modal usaha yang nilainya berlipat ganda. Tinta yang macet bisa dicuci, tapi bodi yang retak atau lukisan yang pudar adalah penyesalan seumur hidup.
Luangkan waktu 15 menit setiap bulan untuk "menengok" koleksi Anda. Bersihkan debunya, putar pistonnya (jika kosong) agar tidak macet, dan nikmati keindahannya. Perawatan kecil ini adalah asuransi termurah untuk menjaga "hoki" dan nilai investasi Anda tetap berkilau.
FAQ
PUBLISH BY Ebert (ENS)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
.webp)